Skip to content

Tubuh Kita Perlu Antioksidan

September 3, 2013


TUBUH kita setiap hari melakukan metabolisme untuk menghasilkan tenaga dengan membakar lemak, protein dan karbohidrat. Hasil akhir dari metabolisme adalah CO2 dan H2O, tanaga untuk kehidupan seluruh sel tubuh, radikal bebas dan oksidan.

Darah kita setiap saat mengalirkan oksigen ke sel-sel tubuh. Oksigen membantu sel mengubah nutrisi menjadi energi. Dalam kondisi normal, molekul-molekul di dalam sel memiliki pasangan elektron yang lengkap sehingga bersifat stabil. Ketika molekul melakukan kontak dengan oksigen, terkena paparan sinar matahari (sinar ultraviolet), nikotin (asap rokok) atau alkohol, molekul itu teroksidasi sehingga kehilangan electron dan menjadi molekul yang tidak stabil. Molekul tidak stabil tersebut lalu berubah menjadi apa yang disebut radikal bebas. Jadi, radikal bebas adalah produk alamiah hasil metabolisme sel yang dapat menyebabkan kerusakan sel.

Kerusakan sel-sel tersebut pada akhirnya menimbulkan dampak yang merugikan  kesehatan. Radikal bebas yang berlebihan dapat memicu dan memperparah penyakit jantung, penyakit infeksi, tumor dan kanker, penyakit mata (seperti katarak dan glukoma), penyakit kulit (seperti alergi dan dermatitis), dan mempercepat proses penuaan.

Radikal bebas dapat pula berasa dari luar tubuh kita misalnya polusi udara, nikotin, radiasi, ozon, pestisida, pelarut organic, bahan kimia, obat-obatan, makanan dan minuman. Polusi udara yang menimbulkan radikal bebas: karbon monoksida, nitrogen oksida, sulfur oksida dan hidrokarbon.

Sebetulnya, tubuh telah memiliki sistem pertahanan alami untuk menetralisir radikal bebas agar tidak berkembang menjadi berbahaya. Namun, pengaruh lingkungan dan kebiasaan buruk seperti radiasi ultraviolet, polusi, kebiasaan mengkonsumsi junk food dan merokok dapat membuat sistem pertahanan tubuh kewalahan dalam menghadapi radikal bebas yang berjumlah besar. Untuk itu diperlukan antioksidan guna  menetralisir radikal bebas yang berbahaya.

Antioksidan berperan membantu menghentikan proses perusakan sel dengan cara memberikan electron kepada radikal bebas (yang memang membutuhkan tambahan electron, agar bisa stabil). Dengan cara inilah radikal bebas dapat dinetralkan oleh antioksidan, sehingga radikal bebas tidak lagi mampu mengambil electron dari sel-sel tubuh.

Jadi, antioksidan bisa dikatakan sebagai senyawa yang mempunyai kemampuan sebagai peredam radikal bebas, pemecah peroksida dan penangkap oksigen. Kita memerlukan oksigen untuk merubah bahan makanan menjadi energi kimia dan menghasilkan berbagai molekul yang teroksigenasi. Dalam proses tersebut, oksigen akan dirubah menjadi air (H2O). Sebagian yang lain akan membentuk senyawa reaktif yang dikenal sebagai Reactive Oxygen Species (ROS) . Nah nama lain dari radikal bebas adalah ROS.

Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas. Antioksidan banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan (sayuran, buah-buahan), bahan pangan, seperti: vitamin E, vitamin C, dan karotenoid.

Sumber Antioksidan

Antioksidan bisa dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen). Antioksidan endogen kadang tidak cukup untuk me-ngatasi oksidan yang berlebihan, sehingga diperlukan antioksidan dari luar dalam bentuk alami maupun sintetis.

Antioksidan alami dapat ditemukan pada sayuran, buah-buahan, dan tumbuhan. Dalam tumbuhan misalnya golongan alkaloid, flavonoid (mengkudu), saponin (ginseng), kuinon, tanin (teh), steroid/ triterpenoid, beta karoten. Berdasarkan mekanisme kerjanya, ada antioksidan primer yang dapat bereaksi dengan radikal bebas atau mengubahnya menjadi produk yang stabil , dan antioksidan sekunder atau preventif yang dapat mengurangi laju awal reaksi oksidasi.

Mekanisme kerja primer dengan cara berinteraksi langsung dengan oksidan, radikal bebas, atau oksigen tunggal; mencegah pembentukan oksigen reaktif (yang dapat merusak sel); mengubah jenis oksigen reaktif menjadi kurang toksik; mencegah kemampuan oksigen reaktif; dan memperbaiki kerusakan yang timbul. Antioksidan primer dapat mencegah pembentukan radikal bebas baru dengan memutus reaksi berantai dan mengubahnya menjadi produk yang lebih stabil sehingga tidak membahayakan tubuh. Antioksidan primer antara lain: enzim superoksida dimustase (SOD) yang terdapat di buah melon, katalase, dan glutation dimustase.

Antioksidan sekunder berfungsi menangkap senyawa radikal serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Antioksidan sekunder diantaranya: vitamin E, Vitamin C, dan beta-karoten (vitamin A). Zat ini digunakan luas sebagai suplemen makanan dengan harapan dapat membantu menjaga kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit seperti kanker dan penyakit jantung koroner. Stroke.

Untuk menghindari penumpukan radikal bebas di dalam tubuh maka hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dokter, perbanyak makanan dan minuman alami yang mengandung antioksidan, diet dengan gizi seimbang (karbohidrat, lemak, protein), olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan menjalani hidup ini dengan rileks. Disempatkan melakukan cek kesehatan secara rutin bagi yang berusia di atas 40 tahun. Dan mengkonsumsi antioksidan secukupnya saja, tidak berlebihan serta tidak kekurangan. (11)

–  Dr Muchlis AU Sofro, SpPD-KPTI, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi-FK UNDIP Semarang

Sumber : suaramerdeka.com

 Anda ingin mengkonsumsi Nutrisi kesehatan alami yang memiliki kandungan anti oksidan tinggi?. Klik disini

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: