Skip to content

Hadiah Lebaran dan Pembagian Motor Dinas

Oktober 1, 2007

Motor 1Karyawan/ti di tempat kerja saya (Satker PKP PLP Sulsel) hari ini bisa merasa gembira dengan dibagikannya hadiah lebaran berupa uang. Jumlah uang yang diterima tiap karyawan/ti berbeda.
Alasan perbedaannya ini saya sendiri nggak begitu jelas…maklum waktu rapat untuk pembagian hadiah lebaran nggak bisa hahdir dikarenakan menjaga kakak yang saat ini masih tak berdaya ditempat tidur melawan sel-sel kanker yang menggerogoti tubuhnya.

Tapi menurut saya, alasan jumlah yang berbeda itu nggak jauh atau malah sama saja dengan penjelasan KaSatker tahun-tahun lalu. Kalau nggak salah perbedaan itu dilihat dari jabatan, tugas atau pekerjaan yang diembangnya.

Alhamdulillah saya kebagian yang lumayan jumlahnya😀 … Hingga budget hadiah lebaran saya buat Saudara, Keponakan, dan sedeqah lebih terasa longgar.
Thanks ya Pak KaSatker…hehe

Di hari ini dibagikan juga motor dinas ke beberapa orang karyawan.
Tentunya mereka merasa lebih bahagia lagi mendapat pembagian Motor Dinas ini. Itung-itung bisa make motor baru dihari lebaran nanti, biasanya khan selama ini lebaran identik dengan make baju baru. Tapi lebaran kali ini make motor dinas baru booo…hehe..
Sssttt… Just kidding😀
Jangan tersinggung ya, bagi yang kebagian motor. Sekedar bercandaji kodong. Please aplogize me!.

Mulai sedikit serius…
Menurut saya motor dinas adalah fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk dimanfaatkan bagi keperluan-keperluan kedinasan untuk memperlancar urusan dinas. Jadi hendaknya dapat dimanfaatkan benar-benar hanya untuk keperluan tersebut.
Untuk keperluan selain dinas, bolehkah…tapi dikit-dikit aja, jangan keseringan dan lebih banyak digunakan untuk urusan lainnya…hehe
Kasihan khan kalau uang yang dikumpulkan dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Motor 2Saya teringat dengan suatu kisah di zaman khalifah dulu, saya sudah lupa khalifah siapa namanya.
Ceritanya … ada seorang tamu yang berkunjung kerumah sang khalifah.
Khalifah bertanya ke tamunya, apakah dia bertamu sebagai masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan dari seorang khalifah (urusan dinas) atau hanya untuk urusan pribadi.
Jika urusan pribadi, maka sang Khalifah tidak akan menyalakan lampu rumahnya, karena minyak yang dipakai lampu itu dibeli dari hasil pajak dari masyarakat (dibiayai oleh negara)
(Mohon teman-teman yang tahu persis kisah ini, bisa dishare di kolom komentar ).

Kisah ini masih selalu saya ingat dan selalu berusaha untuk bisa mencontohnya. Harapan saya mudah-mudahan teman-teman yang dapat bagian motor bisa juga mencontohnya.
Meskipun mungkin sulit, terlebih kita lihat sekarang ini, fasilitas negara seperti mobil tak jarang dijadikan sebagai mobil pribadi, digunakan untuk keperluan pribadi/keluarga. Parahnya lagi, tak cukup satu yang dimiliki, dua atau tiga bahkan lebih terkadang seakan mereka ingin kuasai dan hany diparkir di garasi mereka.

Loh kok ngomongin mobil?…hmm terlalu serius neh😀

Kembali ke motor dinas…
Motor dinas yang dibagikan sebanyak tujuh motor bebek Yamaha Vega R, lumayan banyak dibanding dengan satker-satker lain dalam tiga tahun terkahir ini.
Mata anggaran yang digunakan memang bukan murni dari mata anggaran belanja modal peralatan dan mesin seperti lazimnya pengadaan kendaraan biasanya. Tetapi berasal dari belanja jasa konsultan, kalau nggak salah ada tiga perusahaan konsuktan yang memenagkan tender untuk pekerjaan Bantuan Teknis. Untuk mendukung kegiatannya ni, konsultan memasukkan juga pengadaan motor. Setelah pekerjaannya selesai, konsultan diminta menyerahkan ke satker. Motor-motor inilah yang dibagikan kepara karyawan.

Dampak pembagian motor ini juga menimbulkan perasaan kecewa bagi karyawan lainnya yang tidak kebagian. Tapi saya kira ini hal yang wajar dari suatu kebijakan pimpinan. Pasti ada yang senang dan ada pula yang kecewa.

Motor 3Saya sendiri yang tidak mendapat bagian, karena ini sering mendapat pertanyaan dari teman-teman sekantor atau teman-teman dari satker disebelah kantor.
Macam-macam komentar mereka. Diantaranya :
“Kok kamu nggak dapat sedangkan si anu dapat”
“Masa dia bisa dapat, dia belum PNS sedangkan kamu PNS udah golongan III lagi”
“Kok si Anu dapat lagi, dia khan udah dapat motor dinas mestinya itu untuk kamu”
“Hmm…kebijakan yang tidak populer dari pimpinan kamu”
“Kamu itu orang yang termasuk orang-orang teraniaya”.

Duh…saya cuma bisa berucap Astagafirullahal Adzim dalam hati, berharap semoga terhindar dari perasaan iri terlebih di bulan Ramadhan begini.
Saya tidak mau hati yang selama bulan Ramadhan ini saya berusaha bersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat padanya akan kotor lagi dengan perasaan iri.

Menanggapi komentar atau pertanyaan-pertanyaan diatas, saya jawab dengan mengatakan “Semua itu kebijakan pimpinan. Kalau dikasih pasti diterima, tapi kalau nggak ya sabar aja, lagian udah punya motor sendiri”.
Saya juga bersyukur tidak mendapat bagian, tentunya dengan demikian berkurang juga bagi saya untuk mempertanggung jawabkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hari kemudian. Bukankan Motor dinas adalah suatu amanah yang diberikan oleh negara untuk dipergunakan untuk kepentingan negara dan masyarakat?.

Hmmm…saya berharap semoga kinerja di kantor saya semakin baik…

2 Komentar leave one →
  1. Oktober 8, 2007 1:16 pm

    hihihi…
    sabar mas…
    ntr juga kebagian🙂

  2. Oktober 18, 2007 10:56 pm

    @syafriadi
    Hehe…..🙂
    Thank you Mas…. Amin!.. mudah-mudahan nanti kebagian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: