Skip to content

Sparring Partner

Agustus 29, 2007

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan memberikan training di
Bandung . Karena acara dimulai jam 13.00 maka saya berangkat dari
Jakarta pukul 9.30 .. Ketika mulai memasuki tol ke arah Sadang, di
belakang saya ada sebuah mobil Lexus berwarna hitam yang melaju
dengan kecepatan tinggi. Tetapi yang saya suka walaupun ia melaju
dengan kecepatan tinggi, ia tidak memaksakan kehendak. Jika mobil di
depannya tidak mau memberi jalan, maka ia yang mengalah dengan
mengambil jalan ke kiri dahulu baru kemudian balik lagi ke jalur
kanan.

Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian dan tertarik
dengan cara menyetir si mobil hitam ini, iseng-iseng saya membuntuti
mobil tersebut dari belakang. Saya ikuti cara ia menyetir, termasuk
kecepatannya. Ketika tidak ada mobil lain di tol, kecuali mobil
tersebut dan mobil saya, mobil hitam tersebut menambah kecepatannya.
Karena sedang membututi, tanpa sadar saya ikut menambah kecepatan
mobil saya.

Ketika saya melihat panel kecepatan, menunjukkan angka 160 km/jam.
Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah saya tempuh
adalah 140 km/jam, saya tidak berani melaju diatas itu. Tapi dengan
adanya mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor kecepatan mobil
saya. Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada sparringnya.

Karena saya berhenti di suatu tempat, saya kehilangan mobil hitam
tersebut. Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi, saya coba untuk
berlari 160 km/jam lagi. Saya berhasil mencapai kecepatan tersebut
tetapi tidak berani terlalu lama karena belum terbiasa. Ketika
kemudian ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan
saya buntuti, saya bisa masuk lagi ke 160 km/jam dengan durasi yang
cukup lama.

Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa sudah maksimal
melakukan sesuatu. Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu
yang lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner
yang lebih hebat dari kita, entah itu seorang atasan, seorang coach,
seorang mentor, role model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk
mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Namun jika kita belum matang belajar dari sparring partner kita dan
mencoba untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita untuk terus
berada di kondisi sama seperti ketika ada sparring partner. Nantinya
jika kita sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita mulai bisa
mandiri.

Robert Kiyosaki mengatakan bahwa penghasilan seseorang ditentukan 5
orang terdekatnya. Ilustrasi saya mengenai kecepatan mobil bisa
menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki tersebut. Jika orang-
orang di dekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit bagi kita
untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita biasa
tetapi di sekelilingnya luar biasa, maka kita akan terpacu untuk
juga menjadi luar biasa.

Apakah ada penjelasannya secara Science? Ternyata ada. Di dalam otak
manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut Mirror Neuron, yang
bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Jika di
sekelilingnya orang hebat atau luar biasa, maka Mirror Neuron kita
akan meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat dan luar
biasa. Kalau sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan meniru
yang sebaliknya.

  • Siapa mobil hitam yang akan anda ikuti agar bisa menembus kecepatan anda selama ini ?
  • Siapa orang hebat dan luar biasa yang akan anda ikuti agar bisa menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda ?

Temukan orang tersebut, ikuti dan pelajari bagaimana ia memandang
dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai-nilai kehidupan yang ia
pegang, bagaimana ia membangun kapabilitasnya, bagaimana tingkah
lakunya, maka anda akan mendobrak batas yang selama ini membatasi
hidup anda !


Sumber : Milis bebasfinansial, milisnya Grup BebasFinansial Network!

6 Komentar leave one →
  1. Agustus 30, 2007 3:02 pm

    kalau motornya bebek mau niru motor sport gimana?
    hehehe salam kenal

  2. Agustus 30, 2007 11:34 pm

    @Grandiosa Roffi

    Ha…ha… Mesti tahu diri juga, jangan maksain diri. Over pede namanya..hehe

    Salam kenal juga and thanks udah ngunjungi blog saya😀

  3. September 3, 2007 3:47 pm

    berarti musti ngukur kemampuan diri juga dong ya? supaya ga over pede😀
    tulisannya menginspirasi saya buat nulis, minta ijin buat nge-link kesini ya…

    salam kenal mas, dari yang juga masih belajar nulis…

  4. September 4, 2007 8:40 am

    @pratanti

    Salam Kenal juga…

    Thanks udah ngunjungi blok saya dan isi komentar.
    Silahkan di link🙂

  5. Februari 11, 2008 1:40 am

    Prospek yang menarik buat Anda
    dan masa depan Anda
    Temukan Bisnis Internet Paling Mudah, Murah dan Praktis
    Menghasilkan UANG Melimpah Di Internet
    http://www.rekanbisnisonline.com

Trackbacks

  1. berteman dengan lawan « summary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: