Skip to content

Uang Bukan Segalanya……

Agustus 18, 2007

Korban Lumpur Kembalikan Kelebihan Dana Ganti Rugi Rp 429 Juta

Surabaya-RoL– Waras (56), warga Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, korban luapan lumpur panas Lapindo Brantas Inc. mengembalikan kelebihan dana pembayaran ganti rugi lahan terdampak lumpur sebesar Rp429,4 juta kepada PT Minarak Jaya Lapindo (MLJ).

Sebagai penghargaan atas kejujuran dan ketulusan Waras, manajemen PT Minarak Lapindo Jaya memberikan tali asih berbentuk uang tunai Rp20 juta dan perhiasan senilai Rp20 juta.

Pemberian tali asih ini diberikan Dirut PT MLJ Bambang kepada Waras disaksikan Komisaris Utama PT MLJ Gesang Budiarso, Vice President PT MLJ Andi Darussalam Tabusalla, dan Komisaris PT MLJ Ari Santosa, di Surabaya, Selasa. “Kami apresiasi kejujuran saudara Waras yang mengembalikan uang kelebihan itu,” kata Vice President PT Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam Tabusalla.

Waras mengatakan, sebidang sawahnya seluas 2.440 meter persegi ikut terendam lumpur panas. Berdasarkan persetujuan, ia memperoleh ganti rugi sebesar Rp56 juta dari MLJ. Namun, saat ia mengecek uang di rekeningnya, ternyata dana yang diterima sekitar Rp486 juta. “Kami sekeluarga langsung klenger (tak sadar,red) saat tahu di rekening kami kelebihan dana Rp429 juta. Bayangkan mestinya hanya terima Rp56 juta, kok rekeningnya kelebihan Rp 429 juta. Rasanya tidak enak makan dan tidur,” kata Ny Astiyah, istri Waras.

Karena itu, ia langsung mendukung keputusan suami mengembalikan uang itu, karena ia meyakini petuah masyarakat Jawa, yakni harta (uang) yang bukan hak keluarga mereka harus dikembalikan. Baginya, menerima harta yang bukan menjadi hak hanya akan menyiksa diri. “Hidup kami bakalan tidak tenang, jika kami tidak mengembalikan uang yang memang bukan hak kami. Buat apa hidup dibuat susah. Kami ingin hidup tenang,” katanya dengan penuh
keluguan.

Bukan hanya Astiyah yang mendukung suami mengembalikan uang itu. Anak mereka, Sri Wahyuni dan Iswanto yang sedang jadi pengangguran akibat pabrik tempat kerja mereka ikut terendam lumpur juga mendukung sang ayah. “Kami berdua memang sedang menganggur dan butuh uang, tapi buat kami kejujuran adalah hal yang utama. Kalau memang bukan hak kami, harus dikembalikan,” kata Sri Wahyuni.

Meski mengakui uang Rp 429 juta itu sangatlah besar bagi keluarga mereka, namun Wahyuni tidak akan menyesali keputusan keluarga mereka mengembalikan uang milik PT Minarak Lapindo Jaya. “Apa enaknya kami makan uang yang bukan menjadi hak kami. Sebelum uang itu resmi kami kembalikan, kami sekeluarga tidak bisa makan dan tidur. Alhamdulillah, akhirnya uang itu bisa kami kembalikan,” kata Wahyuni.

Untuk mengamankan kelebihan uang itu, Waras langsung memindahkan uang Rp429 juta itu ke Bank Rakyat Indonesia (BRI), karena ia khawatir, bila uang itu tetap tersimpan di rekening lama, tiba-tiba ada yang memindah.
“Setelah itu, saya lapor kepada Kepala Desa dan akhirnya bisa dimasukkan ke rekening PT Minarak Lapindo Jaya,” tambah Waras.

Sumber : Republika Online

4 Komentar leave one →
  1. Agustus 19, 2007 10:22 pm

    Alhamdulillah masih ada org jujur🙂

  2. Agustus 20, 2007 10:15 pm

    Mudah-mudahan aja jumlah orang jujur bisa bertambah.
    Biar indoensia bisa menjadi lebih baik🙂

  3. anti permalink
    Juni 16, 2008 2:56 pm

    Hmmmmmmmmm…..
    (jangan lupa “angguk2an kapala yach?, heheheh ………)

  4. Juni 30, 2009 12:45 pm

    mari kita rubah bangsa ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: