Skip to content

BEKERJA ALA SOHO

Juli 24, 2007

Oleh Yon’s Revolta

Istilah SOHO = Small Office Home Office, pertamakali saya ketahui dari tulisan pakar internet Onno W Purbo. SOHO mulai marak menjadi gaya hidup dan bahkan menjadi trend di negara maju karena munculnya teknologi internet. Para pelaku SOHO, mereka bekerja di rumah sendiri dengan bantuan teknologi internet, tidak terikat dengan institusi maupun perusahaaan tertentu. Mereka bekerja secara independent, sendirian dan tidak mempunyai lembaga dengan struktur yang komplek. Semua urusan dikendalikan dari rumahnya.

Bang Onno W Purbo adalah salah satu warga Indonesia yang memilih bekerja ala SOHO. Beliau meninggalkan profesinya sebagai dosen di ITB lantas memutuskan untuk bekerja di jalur alternatif ala SOHO. Kini, pekerjaan sehari-harinya adalah menulis (artikel, paper, buku) dan menjadi pembicara terkait dunia teknologi informasi (internet) di berbagai forum nasional maupun internasional. Dari pengakuannya, beliau bisa hidup layak dengan bekerja ala SOHO.

Pengalaman bekerja ala SOHO ini menjadi jalur alternatif. Keuntungannya, kita bisa mendapatkan penghasilan secara finansial dengan tetap mempunyai waktu yang banyak untuk urusan keluarga, maupun aktivitas yang lainya. Ini akan sangat berbeda dengan pola kerja orang kantoran. Mereka harus datang pagi ke kantor dan pulang sore bahkan sampai malam. Waktunya habis untuk bekerja, pulang ke rumah tinggal capeknya saja.

Nah, sekarang, dengan adanya teknologi internet ini, kita bisa bekerja dengan model yang demikian. Ini menjadi jalur alternatif bagi mereka yang tidak ingin bekerja layaknya orang kantoran. Kita bisa leluasa dan fleksibel dengan urusan pekerjaan kita. Tapi, semuanya membutuhkan keseriusan, dan ini menjadi sebuah keharusan bagi siapapun yang menggeluti bidang pekerjaannya masing masing untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Bekerja ala SOHO membutuhkan sosok specialis. Internet memungkinkan kita menjadi seorang pakar (specialis) dalam bidang tertentu tanpa harus menempuh pendidikan formal (perguruan tinggi) terlebih dahulu. Kita bisa belajar secara otodidak melalui dunia maya. Informasi di dunia maya begitu melimpah, kita bisa mendapatkan informasi yang kita perlukan untuk mendukung kerja-kerja kita.Dan, tidak akan mungkin kita akan menguasai semua bidang. Kata kuncinya adalah fokus.

Untuk itu, penentuan fokus menjadi sesuatu yang penting agar kita bisa diakui oleh masyarakat. Kita akan menjadi pakar dalam bidang apa. Setidaknya, kita mempunyai minat yang besar dalam bidang apa, itulah yang nantinya terus menerus menjadi kosentrasi kita. Misalnya, kita akan memilih untuk menjadi pakar teknologi Informasi (desain web, analis, programmer dsb), pakar manajemen, konsultas bisnis, penulis lepas dalam bidang tertentu (politik, sosial, budaya, kesehatan) dll. Pilih salah satu yang menjadi fokus kita, dan itulah bidang kerja dan profesi kita.

Semuanya terserah kepada pilihan kita masing masing, kita akan menjadi pakar dalam bidang apa..?. Untuk kearah sana, memang membutuhkan proses yang panjang. Misalnya di mulai dari ikut menyumbangkan pemikiran dalam sebuah forum diskusi (milis) menulis artikel di berbagai media sampai menuangkan gagasan pemikiran seriusnya dalam bentuk buku. Dengan usaha ini, lambat laun masyarakat akan menilai sendiri “kepakaran” yang kita miliki.Demikian sekilas mengenai gaya hidup dengan bekerja ala SOHO. Ini sekedar ide awal saja, silahkan di kembangkan sendiri, semoga bermanfaat.

Teknologi Informasi
03 Desember 2005 – 08:09

Penulis adalah seorang praktisi media
http://www.superikhwan.blogspot.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: